Deoxa Indonesian Channels
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

lisensi

infomasyarakat.com
Senin, 31 Agustus 2026, 11.10.00 WIB
Last Updated 2026-08-31T04:10:55Z

Bobokan Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Disorot, Menjual Bekas Bobokan Jalan Demi Kepentingan Pribadi Masuk Kategori Penggelapan Pidana Atau Tindak Korupsi

Advertisement




Tangerang - Kemacetan panjang tak terelakan akibat adanya pembangunan proyek Betonisasi Jalan raya Cisoka Cangkudu yang di kelola oleh Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (DBMDSDA) Kab Tangerang, lalu lalang kendaraan yang datang dari arah cisoka menuju cangkudu begitu juga sebaliknya, sungguh disayangkan pihak pemborong tidak menyiapkan pekerja yang mengatur jalannya lalu lintas seperti tukang parkir dan malah memebankan pada warga sekitar jika dibebankan pada warga sekitar seharusnya pihak pemborong paham tidak ingin lepas begitu saja tanpa memperhatikan mereka setidaknya mereka diberikan upah lelah karena sudah membantu kesemerautan dijalan yang sedang di bangun, sampe saat ini seolah olah pemborong tidak mau mengeluarkan anggaran untuk orang orang yang sudah membantu mengatur jalan, seharusnya semua itu dibebankan pada pemborong untuk kelancaran para pengguna jalan dengan mempekerjakan tukang parkir dan diberi upah gajih yang dikeluarkan dari anggaran yang diturunkan dari proyek pembangunan jalan, pantauan awak media terlihat saat perbaikan jalan ada beberapa segmen yang perlu ditanda tanyai seperti segmen yang berada di wilayah Banoga terlihat pekerjaannya asal asalan sebelumnya pada saat dilakukan pengecoran terlihat adanya Kejanggalan sesuai aturan seharusnya demi kekuatan betonisasi dibawah ditebari lapisan agregat /batu split dan pasir di atas tanah lalu dipadatkan dengan mesin giling Wire Mesh, fungsi lapisan pondasi tersebut untuk menopang beban berat kendaraan lalu dilanjutkan dengan pemsangan plastik hamparan di atas pondasi sebelum pengecoran agar air semen tidak terserap tanah akan tetapi batu agregat dan batu spilit  tersebut terpantau diduga tidak dipasang oleh CV Wildan Sentosa dan beberapa segmen lainya dilakukan pemasangan batu agregat dan batu seplit publik bertanya kok bisa ?



Awak media kembali menyoroti terkait batu bobokan betonisasi jalan cisoka cangkudu oleh CV Wildan Sentosa, CV Mulia Arinda, karena menurut aturan pemerintah Batu bobokan jalan atau pecahan/bongkaran aspal dan beton bekas perbaikan jalan tidak boleh diperjual belikan sembarangan jika material tersebut berasal dari proyek pemerintah atau aset fasilitas umum yang tercatat sebagai kekayaan negara atau daerah.


Kepemilikan Aset Pemerintah Sisa bongkaran material disposal atau buangan dari proyek perbaikan jalan yang dibiayai oleh (APBN/APBD) merupakan aset negara, Pihak pelaksana/kontraktor atau pekerja tidak berhak memiliki, membagikan, menjualnya secara pribadi, Aturan Pembuangan Material bekas galian  bongkaran memiliki anggaran dan aturan pembuangan resmi ke tempat penampungan (disposal area).



Menjualnya untuk keuntungan pribadi dapat dikategorikan sebagai penggelapan aset atau tindak pidana korupsi, Mekanisme Resmi Jika masyarakat atau pihak lain ingin memanfaatkan sisa bongkaran tersebut misalkan untuk pengurukan halaman, mereka harus melalui prosedur permohonan resmi kepada instansi atau dinas terkait seperti Dinas PUPR, bukan dengan membelinya dari oknum pekerja.



Pada saat awak media melintasi proyek jalan cisoka cangkudu tepatnya di Wilayah desa cibugel terlihat Kemacetan panjang para pengguna jalan merasa kesal akibat proyek jalan harus tiap hari terjebak macet 


" Macet kaya gini ganggu banget khususnya kita yang mempunyai bayi, bayinya rewel dijalan kasiankan jalannya ketutup kaya gini harapan kami sebagai pengguna jalan atau warga gak apa apa perbaikan jalan yang penting gak ganggu gak macet ya itu aja sih tiap hari ini macetnya, tolong agar pembangunan jalannya dipercepat agar tidak ganggu tidak macet terus,' Kata Mama hijam dalam wawancaranya saat sedang melintas dan terjebak macet selaku warga Cibugel Cisoka, Minggu (30/8/2026) Sore.


Sebelumnya awak media coba menggali kemana proyek bobokan tersebut dibuang dan bertemu salah seorang penanggung jawab yang menghitung berapa rit kendaraan bobokan dikeluarkan sebut saja (E) lalu (E) menjelaskan pada awak media


" Bobokan dijual 50.000 dibuang ke Harmoni, hari ini baru 5 rit ,sampe jam 5 sore," Ungkapnya.