Header Ads

Ketua RAP, Jangan Jadi Relawan Narsis & Rente, Kita Harus Bekerja Secara Ikhlas Militan


Jakarta - Sebagai upaya mengikhtiarkan perubahan Indonesia, gerakan relawan harus mampu bekerja secara maksimal dan kolaboratif, oleh karena itu Relawan AHY Presiden (RAP) mengadakan Dialog Perubahan Indonesia Vol.1 pada hari selasa, 18 oktober 2022 melalui zoom meeting, dengan fokus tema Penguatan Fungsi Strategis Kerelawanan Menuju Pilpres 2024. Agenda dialog tersebut sangat hidup dan dipandu oleh seorang moderator bernama elling wening pangestu S.I.KOM, M.A.


Dalam sambutannya, Ketua RAP Indoensia Yudha Karya menyampaikan bahwa relawan AHY harus memiliki semangat yang kuat dan militansi yang tinggi. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para…

[02.12, 19/10/2022] Yudha Prakarsa K. Wiguna: Judul :  Ketua RAP, Jangan Jadi Relawan Narsis & Rente, Kita Harus Bekerja Secara Ikhlas Militan


Jakarta - Sebagai upaya mengikhtiarkan perubahan Indonesia, gerakan relawan harus mampu bekerja secara maksimal dan kolaboratif, oleh karena itu Relawan AHY Presiden (RAP) mengadakan Dialog Perubahan Indonesia Vol.1 pada hari selasa, 18 oktober 2022 melalui zoom meeting, dengan fokus tema Penguatan Fungsi Strategis Kerelawanan Menuju Pilpres 2024. Agenda dialog tersebut sangat hidup dan dipandu oleh seorang moderator bernama elling wening pangestu S.I.KOM, M.A.


Dalam sambutannya, Ketua RAP Indoensia Yudha Karya menyampaikan bahwa relawan AHY harus memiliki semangat yang kuat dan militansi yang tinggi. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pengurus dan anggota RAP yang sudah konsisten sejak awal berdiri terus bergerak tanpa lelah berfikir dengan semangat kerja ikhlas militan memperjuangkan perubahan untuk masyarakat Indonesia. Ujarnya.


Disatu sisi, menurut Yudha, peran relawan sangat penting untuk membantu kerja-kerja politik. Namun sangat disayangkan hari ini kita banyak melihat munculnya relawan tidak memiliki visi yang jelas dalam memperjuangkan tokoh yang akan di majukan. Visi kami jelas ingin menjadi relawan yang dapat bergerak untuk memajukan Indonesia. Jangan sampai kita hanya jadi relawan narsis dan relawan rente yang berorientasi kepada hal material semata. Tandasnya. 


Hadir juga narasumber pertama Bang Yandi Saprudin selaku aktivis dan penggerak RAP Indonesia. Beliau mengatakan, memang demokrasi kita sudah membaik bertumbuh, akan tetapi demokrasi rawan dikondisikan oleh mereka yang memiliki power yang lebih. Disiniah peran fungsi strategis relawan harus di tumbuhkan di Indonesia agar tidak rawan di kondisikan. Ujarnya.


Lebih lanjut Yandi mengatakan, Kerelawanan butuh keikhlasan, yang rela mendukung AHY. Modal utama kerelawanan adalah keikhlasan. Kerelawanan harus berangkat dari keikhlasan, RAP bergerak secara ikhlas bahwa sosok yang kita dukung bisa menjadi sosok yang tepat untuk pemimpin di 2024 atau di 2029 dan seterusnya. Sambungnya.


Diakhir sesi dialog narasumber berikutnya adalah Bang Hendri Teja selaku aktivis dan penulis. Beliau memaparkan, bicara tentang Indonesia hari ini dalam kondisi yang tidak sedang baik-baik saja. Banyak aspek kondisi Indoensia sedang tidak baik-baik saja, misal persoalan ekonomi yang sangat fundamental, masalah penegakan Hukum dan Ham, dan masalah demokrasi serta kebebasan berpendapat. Ujarnya.

 

“Indonesia butuh perbaikan dan Indonesia butuh perubahan, Kerelawanan itu harus didasari dengan Kesukaan dan Kerelawanan perlu membawa ide perubahan dan perbaikan. Saat ngomongin AHY kita membahas tentang Perubahan dan perbaikan. Kenapa harus AHY? Karena AHY adalah sosok lokomotif perubahan dan perbaikan, AHY tidak ada dalam sisi pemerintahan, tapi melakukan perubahan nyata di masyarakat.” 


Hendri teja berharap, bahwa peran Relawan AHY Presiden (RAP) harus mampu untuk mengkomunikasikan sisi terbaik AHY kepada masyarakat, bisa juga melakukan counter attack terhadap issue negatife yang menyerang AHY, dan tentu harus terus mengajak dan mendukung kandidat di Pilpres 2024 mendatang. Tutupnya. (SBA).

Tidak ada komentar